Fspmi Cikarang Cikarang Hari Selasa (11/9/2012) kemarin, perwakilan buruh memang bertemu
dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Untung S Rajab. Para pimpinan
serikat buruh ini menyampaikan niatnya untuk melakukan mogok nasional
dua juta buruh di 16 Kabupaten dan Kota padat industri seperti Jakarta,
Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung, Cimaho,
Semarang, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Batam, Medan, Deli Serang,
Makasar, dan Bitung.
Pernyataan Ikbal seperti hendak menegaskan, jika yang dilakukan
adalah mogok kerja. Dengan kata lain, tidak ada niat sedikitpun untuk
menganggu ketertiban umum.
Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menjadikan mogok nasional ini
sebagai ancaman. Kecuali, memang, bagi mereka yang selama ini mengambil
keuntungan dari carut marutnya situasi yang terjadi. Mereka adalah para
pemilik yayasan outsourcing, calo/broker tenaga kerja, pengusaha nakal
yang tidak memberikan hak buruh sebagimana mestinya, dll.
Bagi mereka, tentu saja mogok nasional akan menjadi ancaman. Sebab,
gerakan ini akan menjadi mimpi di siang bolong. Sekaligus mengguncang
kenyamanan mereka, yang selama ini menikmati beragam fasilitas dari
keringat kaum buruh.
Tetapi bagi mayoritas rakyat Indonesia, gerakan ini akan menumbuhkan
harapan. Seperti hujan menyiram tanah-tanah gersang, yang membuat
pucuk-pucuk dahan Akasia kembali memunculkan tunasnya. Harapan itu
tumbuh dimana-mana, sekarang.
Saya ingin menggarisbawahi kalimat ini:
Bahwa tidak ada sedikit pun niat kami untuk mengganggu iklim investasi. Kami tidak hendak menebarkan ancaman, sebab sejatinya yang kami lakukan adalah menumbuhkan harapan.
Selamat pagi, salam perjuangan!
Catatan Ketenagakerjaan: Kahar S. Cahyono

0 comments:
Post a Comment